Tampilkan postingan dengan label renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label renungan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 30 April 2013

Spiritual Digest for Today

QUOTE FOR THE DAY
Do not spoil what you have by desiring what you have not; remember that what you now have was once among the things only hoped for. - Epicurus

*******************
BIBLE VERSE FOR THE DAY
"But godliness with contentment is great gain. For we brought nothing into the world, and we can take nothing out of it" (1 Timothy 6:6-7 NIV).

Senin, 18 Juni 2012

we are called to be the bride of christ

"Behold, I stand at the door and knock. If anyone hears My voice and opens the door, I will come in to him and dine with him, and he with Me. To him who overcomes I will grant to sit with Me on My throne, as I also overcame and sat down with My Father on His throne" — Revelation 3:20-21, NKJV The bride of Christ has a desire to be great, noble, and successful. This deep human longing is answered by God as He enthrones us as His bridal partner throughout eternity. As the bride of Christ we have the highest position of honor and authority in eternity, a position far above all the angels. The highest position of honor for all of God's creation is reserved for the bride who will partake of the wedding table of Revelation 3:20. The bride who sits at the table feasting with Christ is the one who sits with Him in the position of government and authority as well. The bride of Christ is the queen of heaven because she is married to the King of kings. Believers are priest and kings. As priests we are wholehearted lovers, but as kings we are indeed in the government of the city of God. *PRAYER * Lord, Your desire for me to be Your bride satisfies the deep longing of my heart to be great, noble, and successful. I am great in You and will rule and reign with You in glory forever. *Greatness in God is not defined by earthly circumstances—greatness in God focuses upon His greatness.*

Senin, 06 Juni 2011

Serve the Lord with gladness and be grateful for all things



Serve the Lord with gladness and be grateful for all things

Submitted by Howard Barnes on Mon, 06/06/2011 - 19:18

"Whenever I'm disappointed with what is happening around me, I stop and think about little Jamie Scott.
Jamie was trying out for a part in his school play. His mother told me that he'd set his heart on being in it, though she feared he would not be chosen. He was so anxious and being 'chosen' meant so much to him.
On the day the parts were awarded, I went with her to collect him after school. Jamie rushed up to her, eyes shining with pride and excitement. 'Guess what, Mom,' he shouted, and then said those words that remain a lesson to me: "I've been chosen to clap and cheer."
Whatever God has called you to do this week - even if it's just to "clap and cheer" - do it with all your heart, as unto the Lord.....and to the glory of God.
"Whatever you are called to do, do it with all your heart." Colossians 3:23
God bless
Have a great week!
Howard Barnes

Minggu, 05 Juni 2011

PLAYING YOUR ROLE


John 4:37-38 (NKJV)
For in this the saying is true: ‘One sows and another reaps.’ I sent you to reap that for which you have not labored; others have labored, and you have entered into their labors.”

Playing Your Role

Your unique characteristics, capabilities, gifts and resources were provided to you with the intent that they be used. More than that, if you are to please God, you must use them in His service. By reading the parable of the talents in light of Luke 12:47-48 we can see that He takes this charge very seriously. Remember, though, that the use of what God has given us, in His service, will fit us well and not feel burdensome. We each fit uniquely into His plan and have a role to play in the spiritual battle that is raging.

All He asks of you is your obedience, using what you have been provided to achieve His goals. Others depend on you, perhaps for their eternal destiny.

Pray
Praise God that He cares about you so much that He created a unique plan for you that relies upon your use of your talents. Ask God to continue to refine you and direct you as you walk in His service.

Ask Yourself
Are you using ALL your talents and resources to His glory? Are there any that you hold back from His service in order to serve only you?

Take Action
Identify one area where you could more fully use your talents or resources in His service. Come up with a plan to use them THIS WEEK in a way that will bring glory to Him. Make sure you pray over their use and ask Him to guide these decisions.

Selasa, 15 Februari 2011

Jesus: A Man On A Mission


Acts 1:7-8 (NKJV)
And He said to them, “It is not for you to know times or seasons which the Father has put in His own authority. But you shall receive power when the Holy Spirit has come upon you; and you shall be witnesses to Me in Jerusalem, and in all Judea and Samaria, and to the end of the earth.”


If we are to be followers of Christ, then we must emulate His characteristics, actions and methods. While on earth, Jesus’ actions were coordinated, they were thought out and they carried with them a purpose, God’s purpose. There is no doubt that Jesus Christ was a man on a mission from God.

His mission is seen in every facet of His journey on earth. From being baptized by John at the beginning of His ministry to the final words spoken to His disciples in Acts 1:7-8, Jesus was clearly carrying out His life’s purpose and nothing distracted Him from accomplishing it.

Christ came for one purpose, to provide a means for man to achieve salvation and to spread that knowledge to the ends of the earth. Every action He took and word that He spoke supported this purpose.

Our own lives should be led in a similar single-minded manner, with everything pointing towards Him. Paul put it best in Colossians 3:17 when he wrote, “And whatever you do in word or deed, do all in the name of the Lord Jesus, giving thanks to God the Father through Him.”

Pray
Ask God to instill a strong sense of purpose in your life. Pray that your heart softens towards things from Him and that your walk catches fire.

Ask Yourself
Do you live your life with a single-minded purpose? When observed by others in your daily life, do they see Christ?

Take Action
Pick one of the Gospels and read it completely this week. Make note of all of Christ’s actions and see how they related to His overall purpose. Then take a look at your own life. Make note of all these things that you do which support your walk with Christ and those that distract you. Pray over this list and ask God what He would have you do with those things that distract you.

Sabtu, 19 Juni 2010

SAUDARA SEIMAN?


SAUDARA SEIMAN?
Kala kumendengar saudara seiman di dalam Tuhan dan mempelajari arti saudara di dalam Tuhan, bagaimana mereka hidup bersama sebagai keluarga Allah dalam Kisah Para Rasul dan kitab-kitab lainnya atau bahkan saat membaca Kitab Taurat bagaimana umat Israel selayaknya hidup bersama. Begitu indah dan dasyat. Tapi apakah itu semua hanya mimpi atau sejarah belaka yang kini hanyalah menjadi cerita dongeng pengantar tidur? Entahlah…….aku memiliki impian tersebut…..sebab seharusnya ikatan persaudaraan kita di dalam Kristus jauh lebih kuat daripada persaudaraan di luar Tuhan. Itulah yang membuat dunia takjub dengan pengikut Kristus hingga jemaat di Anthiokia untuk pertama kalinya disebut orang Kristen (Pengikut/imitator Kristus). Dunia tergoncang melihat kasih yang tulus seorang dengan yang lain. Orang Kristen mula-mula memiliki belaskasihan yang sangat besar.
Namun faktanya aku merasa ikatan persaudaraan kami dulu di geng yang “pasti tanpa Tuhan”, jauh lebih kuat daripada saat kuberada di dalam tubuh Kristus. Ketika seorang diantara kami berurusan dengan polisi dan masuk penjara setiap jam bezoek pasti ada salah satu anggota yang datang dan membawa kebutuhan kami, saat kami masuk rumah sakit ada saja yang membezoek, saat kami disakiti yang lain membela – meski seringkali yang dibela justru pada posisi yang salah, saat yang seorang tak memiliki tempat berteduh yang lain membuka kamar atau rumahnya agar bisa tinggal bersama, bahkan kami siap mati bagi saudara se-geng kami dstnya. Iblis memutarbalikkan cara hidup jemaat mula-mula bahkan perintah Tuhan.
Kisah Para Rasul 2:44-47 Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama, dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing. Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati, sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.

Mat 25:34-40 Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan. Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku. Maka orang-orang benar itu akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar dan kami memberi Engkau makan, atau haus dan kami memberi Engkau minum? Bilamanakah kami melihat Engkau sebagai orang asing, dan kami memberi Engkau tumpangan, atau telanjang dan kami memberi Engkau pakaian? Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau? Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.

Kekristenan dewasa ini sudah mengkristal menjadi sekedar sebuah agama dan penekanan pada keintiman dengan Tuhan sudah mulai luntur. Berulangkali kudengar dalam khotbah para pendeta mengucapkan “Christianity is not a religion but a relation”(Kekristenan bukanlah agama tetapi hubungan), tapi khotbah akan sekedar menjadi sebuah khotbah bilamana sang pengkhotbah pun tak berubah untuk menghidupinya. Jemaat Tuhan membutuhkan teladan dan bukan sekedar pengajar yang cakap berbicara. Kecakapan dalam berkhotbah dan mengajar itu baik dan perlu tetapi semua menjadi tak berarti bila sang pengkhotbah tidak menghidupi apa yang ia sampaikan dalam kesehariannya. Apalagi bila ada yang berdalih bahwa khotbah yang disampaikan adalah untuk jemaat dan bukan bagi dirinya pribadi. Menyedihkan sekali.
Apa yang kulihat dewasa ini, banyak pengkhotbah hidup mewah. Hidup mewah tak salah dan berdosa selama ia mengingat rekan sejawatnya, para kaum Lewi dan jemaat berkekurangan yang ia gembalakan dengan berbagi apa yang ia miliki. Tetapi bila sang pengkhotbah hanya memperbesar perbendaharaan hartanya belaka, apa kata Tuhan? Bukankah Alkitab mencatatkan hal ini:
2 Korintus 8:12-15 Sebab jika kamu rela untuk memberi, maka pemberianmu akan diterima, kalau pemberianmu itu berdasarkan apa yang ada padamu, bukan berdasarkan apa yang tidak ada padamu. Sebab kamu dibebani bukanlah supaya orang-orang lain mendapat keringanan, tetapi supaya ada keseimbangan. Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan. Seperti ada tertulis: "Orang yang mengumpulkan banyak, tidak kelebihan dan orang yang mengumpulkan sedikit, tidak kekurangan."

Ketika kulihat ada perbedaan di antara pendeta “kaya dan miskin”, terjadi perpecahan di antara kaum Lewi itu sendiri dan ketidakpedulian di antara seorang dengan yang lain. Sungguh ini semua merupakan hal yang tragis. Tidak heran bila jemaat pun berlaku seperti itu. Orang dunia mengatakan “Buah jatuh tak jauh dari pohonnya”. Hal itu bukan saja berlaku bagi orangtua jasmani tetapi juga orangtua rohani (pendeta/gembala sidang). Ini merupakan tanggungjawab besar, kehidupan kita tercermin dalam kehidupan jemaat yang kita pimpin. Khotbah tentang kasih Kristus dan sesama merupakan topik bahasan yang luarbiasa, indah terdengar di telinga, sangat menjamah hati…..tapi sayangnya kebanyakan hanya sampai di situ. Bila ada tindakan itu pun biasanya hanya berdasarkan program bukan menjadi bagian hidup. Kebenaran firman Tuhan hanya menjadi pengetahuan belaka, kebenaran itu tidak memerdekakan sebab tidak dihidupi di dalam Kristus. Orang Kristen dewasa ini senang mendapatkan pengetahuan akan kebenaran, sayangnya tidak ditindaklanjuti sebagai pelaku kebenaran itu sendiri. Orang Kristen lebih suka menjadi pendengar daripada pelaku, lebih suka menjadi anggota sebuah gereja daripada menjadi murid Kristus yang setiap hari hidup bagi Tuhan Yesus. Apakah ini diakibatkan kini banyak kaum Lewi (pendeta) yang melihat bahwa “pelayanan” lebih merupakan sebagai “pekerjaan” dan bukan lagi sebagai panggilan dan pengabdian terhadap Tuhan dan umat/ sesama?
Apakah memiliki impian melihat kasih persaudaraan dalam Kristus itu nyata di tengah umat Tuhan merupakan sebuah lamunan di siang bolong saja? Ini merupakan impianku, doaku dan imanku bahwa aku akan terus berdoa, berjuang dan menghidupi apa yang kuimani. Impianku melihat saudara seiman hidup bersama dalam kesatuan, melihat perbedaan sebagai keragaman dan keunikan daripada tubuh Kristus, melihat ketimpangan sosial sebagai kesempatan untuk menyatakan kasih Kristus secara lebih nyata.